Selasa, 07 Juli 2026

Sirah Lengkap Nabi Isa putra Maryam alaihi salam : Dari Keajaiban Kelahiran hingga Turunnya di Akhir Zaman

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang kembali para pembaca setia Orengmadureh.com. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan taufik, hidayah, serta perlindungan-Nya kepada kita semua. Setelah kita membedah sirah perjuangan Nabi Zakaria alaihi salam dan Nabi Yahya alaihi salam, kali ini kita akan mengulas puncak rangkaian sejarah suci dari garis keluarga besar Imran. Beliau adalah salah seorang rasul Ulul Azmi yang penuh keteguhan, pembawa Kitab Injil, dan sosok yang kelahirannya mengguncang dunia. Beliau adalah Nabi Isa alaihi salam.
Ilustrasi Visual Digital

Kisah Nabi Isa alaihi salam adalah salah satu bukti terbesar mukjizat Allah subhanahu wa ta'ala yang meruntuhkan segala hukum adat dan nalar manusia. Beliau terlahir dari seorang perawan suci tanpa sentuhan lelaki, mampu berbicara saat masih bayi di dalam ayunan, dan diberikan mukjizat-mukjizat yang luar biasa untuk menghidupkan orang mati serta menyembuhkan berbagai penyakit. Mari kita simak bersama kisah perjalanan hidup beliau yang penuh hikmah, ujian berat, hingga peristiwa agung diangkatnya beliau ke langit.

Silsilah dan Keajaiban Kelahiran Nabi Isa alaihi salam

Nabi Isa alaihi salam terlahir dari seorang wanita paling suci dan mulia di dunia, yaitu Sayyidah Maryam binti Imran. Kelahiran beliau adalah sebuah mukjizat yang murni terjadi karena kalimat dan tiupan ruh dari Allah subhanahu wa ta'ala melalui Malaikat Jibril, tanpa adanya perantara seorang ayah. Oleh karena itu, di dalam Al-Qur'an, nama beliau selalu digandangkan dengan nama ibunya sebagai "Isa putra Maryam" (*Isa ibnu Maryam*).

Untuk mengetahui garis keturunan beliau dari jalur ibunya yang mulia, berikut adalah silsilah Nabi Isa alaihi salam yang bersambung langsung kepada nabi-nabi Bani Israil terdahulu jika dirunut satu per satu:

* Isa
* putra Maryam
* binti Imran
* bin Matsan
* bin Eleazar
* bin Eliud
* bin Akhim
* bin Zadok
* bin Azor
* bin Eliakim
* bin Abiud
* bin Zorobabel
* bin Sealtiel
* bin Yekhonya
* bin Yosia
* bin Amon
* bin Manasye
* bin Hezekia
* bin Ahaz
* bin Yotam
* bin Uzia
* bin Yoram
* bin Yosafat
* bin Asa
* bin Abia
* bin Rehabeam
* bin Sulaiman
* bin Daud alaihi salam

Silsilah mulia ini menunjukkan bahwa Nabi Isa alaihi salam, melalui garis keturunan ibunya, merupakan keturunan langsung dari Nabi Sulaiman alaihi salam dan Nabi Daud alaihi salam, yang kemudian bersambung terus hingga ke atas sampai kepada Nabi Ibrahim alaihi salam. 

Kisah awal mula kabar gembira mengenai kelahiran beliau diabadikan secara sangat indah oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Al-Qur'an pada Surat Maryam ayat 19-21:

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۖ وَكَانَ أَمْرًا مَّقْضِيًّا

Artinya:
"Ia (Jibril) berkata: 'Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhannmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci'. Maryam berkata: 'Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!' Jibril berkata: 'Demikianlah'. Tuhanmu berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan'.

Mukjizat Pertama di Dalam Ayunan Menepis Fitnah

Ketika masa kandungan telah genap, Maryam melahirkan Nabi Isa alaihi salam di tempat yang terpencil di bawah pohon kurma (daerah Betlehem). Setelah melahirkan, dengan hati yang gemetar menahan kesedihan karena memikirkan pandangan masyarakat, Maryam membawa bayinya kembali kepada kaumnya, Bani Israil.

Benar saja, kedatangan Maryam dengan menggendong seorang bayi langsung disambut dengan cercaan, tuduhan, dan fitnah keji dari kaum Bani Israil. Mereka menuduh Maryam telah melakukan zina dan telah mencoreng nama baik keluarga Imran yang terkenal saleh dan terhormat. 

Maryam yang telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk berpuasa bicara, hanya bisa diam dan mengarahkan telunjuknya kepada bayi yang ada di dalam gendongannya, memberi isyarat agar mereka bertanya langsung kepada bayi tersebut. Kaum Bani Israil pun merasa terhina dan berkata bagaimana mungkin mereka bisa berbicara dengan seorang bayi yang masih merah di dalam ayunan.

Pada saat genting itulah, atas izin Allah subhanahu wa ta'ala, terjadilah mukjizat pertama yang luar biasa. Bayi Isa alaihi salam tiba-tiba berbicara dengan lancar, fasih, dan tegas untuk membela kesucian ibunya sekaligus memaklumkan jati dirinya sebagai hamba Allah subhanahu wa ta'ala.

Kejadian yang menakjubkan ini direkam dengan sangat jelas di dalam Al-Qur'an Surat Maryam ayat 30-33:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Artinya:
"Berkata Isa: 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali'.

Masa Kenabian, Dakwah, dan Mukjizat-Mukjizat yang Agung

Setelah beranjak dewasa, tepatnya pada usia tiga puluh tahun, Allah subhanahu wa ta'ala mengangkat Nabi Isa alaihi salam sebagai rasul dan menurunkan Kitab Injil kepada beliau. Tugas utama beliau adalah meluruskan penyimpangan syariat kaum Bani Israil, menghalalkan sebagian hal yang sebelumnya diharamkan dalam Taurat sebagai rahmat, serta mengajak mereka kembali memurnikan tauhid kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Dalam menjalankan dakwahnya yang sangat berat menghadapi para rabi Yahudi yang keras kepala dan gila harta, Allah subhanahu wa ta'ala membekali Nabi Isa alaihi salam dengan berbagai mukjizat yang sangat kasat mata dan mengagumkan. Di antara mukjizat-mukjizat tersebut adalah:

* Membuat burung hidup dari tanah liat hanya dengan tiupan beliau.
* Menyembuhkan orang yang buta sejak lahir hingga bisa melihat kembali.
* Menyembuhkan penyakit sopak atau kusta yang saat itu tidak ada obatnya.
* Menghidupkan orang yang sudah mati dari kuburnya atas izin Allah subhanahu wa ta'ala.
* Mengetahui apa yang dimakan dan apa yang disimpan oleh manusia di dalam rumah mereka.
* Menurunkan hidangan makanan yang lengkap langsung dari langit atas permintaan para pengikut setianya (*Hawariyyun*).

Segala bentuk mukjizat yang luar biasa ini dirangkum oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Al-Qur'an pada Surat Ali 'Imran ayat 49:

أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُ لَآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya:
"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebesaran Allah) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

Meskipun tanda-tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala sudah terpampang nyata, mayoritas pemuka agama Bani Israil tetap menolak dakwah beliau. Mereka justru menuduh Nabi Isa alaihi salam sebagai seorang penyihir dan penipu yang ingin merusak tatanan agama mereka.

Makar Kaum Yahudi dan Peristiwa Agung Diangkatnya Nabi Isa alaihi salam

Melihat pengikut Nabi Isa alaihi salam yang semakin bertambah, para tokoh Yahudi merasa terancam. Mereka menyusun siasat jahat dan makar untuk membunuh Nabi Isa alaihi salam. Mereka menghasut gubernur Romawi yang berkuasa saat itu dengan memfitnah bahwa Nabi Isa alaihi salam adalah pemberontak yang ingin merebut kekuasaan dan mendirikan kerajaan baru.

Terhasut oleh fitnah tersebut, pasukan Romawi bersama orang-orang Yahudi mengepung tempat persembunyian Nabi Isa alaihi salam bersama para sahabat setianya (*Hawariyyun*). Namun, Allah subhanahu wa ta'ala menggagalkan makar jahat mereka. Sebelum pasukan merangsek masuk, Allah subhanahu wa ta'ala telah menyelamatkan Nabi Isa alaihi salam dengan mengangkat tubuh dan ruh beliau ke langit.

Sementara itu, salah seorang murid beliau yang telah berkhianat demi imbalan uang (yaitu Yudas Iskariot), wajah dan suaranya diubah oleh Allah subhanahu wa ta'ala menjadi sangat mirip dengan Nabi Isa alaihi salam. Akibatnya, pasukan Romawi salah tangkap. Pria yang diserupakan itulah yang akhirnya mereka tangkap, mereka siksa, dan mereka salib di tiang kayu, sedangkan mereka menyangka bahwa yang mereka salib adalah Nabi Isa alaihi salam.

Peristiwa pengangkatan dan penegasan bahwa Nabi Isa alaihi salam tidak dibunuh maupun disalib ini dinyatakan secara tegas oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa' ayat 157-158:

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا بَل رَّفَعَهُ اللهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Artinya:
"Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan yang pasti tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Sebagai umat Islam, kita juga mengimani berdasarkan hadis-hadis sahih bahwa Nabi Isa alaihi salam saat ini masih hidup di langit dan kelak di akhir zaman beliau akan turun kembali ke bumi. Beliau akan turun untuk membunuh Dajjal, mematahkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah, dan menegakkan keadilan di atas syariat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. 

Mengenai kedatangan beliau di akhir zaman, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadis sahih:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ

Artinya:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya di mana putra Maryam (Isa) akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Maka dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah.

Kesimpulan dan Hikmah untuk Pembaca

Rangkaian sirah agung perjalanan hidup Nabi Isa alaihi salam memberikan lembaran hikmah yang sangat kaya bagi kehidupan spiritual kita:

* Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala di Atas Segalanya: Kelahiran beliau tanpa ayah mengajarkan kita bahwa hukum alam tunduk sepenuhnya pada kehendak mutlak Sang Pencipta. Tiada yang mustahil bagi Allah subhanahu wa ta'ala.
* Kesucian dan Kehormatan Wanita: Kisah Sayyidah Maryam yang tegar menghadapi fitnah mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan selalu bertawakal total kepada Allah subhanahu wa ta'ala saat dizalimi.
* Keberanian Menyuarakan Kebenaran: Nabi Isa alaihi salam tidak pernah gentar menghadapi penolakan dan ancaman pembunuhan dari para penguasa dan pemuka agama demi meluruskan syariat yang bengkok.
* Keyakinan pada Janji Allah subhanahu wa ta'ala: Keselamatan yang Allah subhanahu wa ta'ala berikan dengan mengangkat beliau ke langit adalah bukti nyata bahwa Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan pernah membiarkan hamba-hamba pilihan-Nya dihancorkan oleh tipu daya musuh.

Semoga kisah Nabi Isa alaihi salam ini dapat mempertebal fondasi keimanan kita, menumbuhkan jiwa ketauhidan yang murni, serta membuat kita selalu rindu akan keadilan yang sejati. Terima kasih banyak telah setia membaca artikel sejarah keislaman ini di Orengmadureh.com. Sampai jumpa pada pembahasan sirah penuh hikmah selanjutnya.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buka Iklan