Alhamdulillah, selamat berjumpa kembali sahabat Oreng Madura, sahabat Madura Indonesia yang sangat saya hormati dan juga selalu saya cintai di mana pun Anda berada. Semoga lewat untaian kata di situs orengmadureh.com ini, kita semua selalu dilimpahi hidayah, kesehatan, dan keberkahan hidup oleh Allah subhanahu wa taala.
Senang sekali rasanya kita bisa kembali berkumpul di ruang digital ini. Pada kesempatan yang sangat mulia ini, mari kita bersama-sama menundukkan hati untuk mempelajari dan merenungkan kembali sejarah agung umat manusia. Kita akan mengupas tuntas kisah Nabi Adam alaihis salam bersama Ibu Hawa, mulai dari awal penciptaan di surga, perjuangan hidup mereka di bumi, hingga berkembangnya anak cucu keturunan mereka. Artikel ini sengaja ditulis secara mendalam agar kita bisa mengambil hikmah terbaik sebagai bekal kehidupan. Selamat membaca, sahabatku.
1. Awal Penciptaan Nabi Adam alaihis salam dan Pembangkangan Iblis
Sebelum menciptakan manusia, Allah subhanahu wa taala telah mengabarkan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi. Nabi Adam alaihis salam diciptakan dari sari pati tanah bumi yang dikumpulkan dari berbagai tempat, yang kemudian dibentuk dan ditiupkan ruh ke dalamnya.
Setelah Nabi Adam alaihis salam tercipta, Allah subhanahu wa taala memberikan kelebihan luar biasa berupa ilmu pengetahuan, yaitu mengajarkan nama-nama benda di alam semesta yang tidak diketahui oleh malaikat.
Perintah Bersujud dan Kesombongan Iblis
Allah subhanahu wa taala kemudian memerintahkan para malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam alaihis salam sebagai bentuk penghormatan atas ilmu yang dimilikinya.
- Malaikat : Langsung bersujud tanpa ragu karena ketaatan mereka.
- Iblis : Menolak dengan sombong. Iblis merasa dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Akibat kesombongannya, Iblis diusir dari surga dan dilaknat hingga hari kiamat.
2. Penciptaan Ibu Hawa dan Kehidupan di Surga
Meskipun tinggal di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan keindahan, Nabi Adam alaihis salam merasa kesepian karena tidak memiliki pasangan yang sejenis. Ketika Nabi Adam alaihis salam sedang tertidur, Allah subhanahu wa taala menciptakan Ibu Hawa dari salah satu tulang rusuk Nabi Adam alaihis salam.
Saat terbangun, Nabi Adam alaihis salam sangat bahagia melihat sosok pendamping yang jelita di dekatnya. Allah subhanahu wa taala kemudian menghalalkan keduanya untuk tinggal bersama di surga dan menikmati segala fasilitas serta buah-buahan yang ada di dalamnya.
Larangan Utama di Surga :
Allah subhanahu wa taala hanya memberikan satu larangan keras kepada Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa, yaitu: "Janganlah kamu mendekati pohon ini (Pohon Khuldi), karena jika kamu mendekatinya, kamu akan termasuk orang-orang yang zalim."
3. Tipu Daya Iblis dan Turunnya ke Bumi
Iblis yang menyimpan dendam kesumat tidak tinggal diam. Ia mencari berbagai cara untuk menggelincirkan Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa agar terusir dari surga.
Dengan tipu muslihat yang sangat halus, Iblis bersumpah atas nama Allah subhanahu wa taala dan membisikkan kebohongan bahwa jika mereka memakan buah Khuldi tersebut, mereka akan menjadi malaikat dan hidup kekal di dalam surga.
Penyesalan dan Taubat Nabi Adam alaihis salam
Akibat bujuk rayu tersebut, Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa akhirnya memakan buah terlarang itu. Seketika itu juga, pakaian surga mereka terlepas dan mereka merasa sangat malu. Menyadari kesalahannya, mereka tidak bersikap sombong seperti Iblis, melainkan langsung memohon ampun dengan doa yang sangat masyhur:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.
Allah subhanahu wa taala menerima taubat mereka, namun sebagai konsekuensi dan pemenuhan takdir awal sebagai khalifah, Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa diturunkan ke bumi. Menurut beberapa riwayat, Nabi Adam alaihis salam diturunkan di wilayah India (Srilanka), sedangkan Ibu Hawa diturunkan di Jeddah. Setelah bertahun-tahun saling mencari dan menangis memohon ampunan, mereka akhirnya dipertemukan kembali oleh Allah subhanahu wa taala di Jabal Rahmah (Padang Arafah).
4. Kehidupan di Bumi dan Perkembangan Anak Cucu
Kehidupan di bumi tentu sangat berbeda dengan di surga. Di bumi, Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa harus bekerja keras secara mandiri untuk bertahan hidup, mulai dari bercocok tanam, membangun tempat tinggal, hingga menjinakkan hewan.
Seiring berjalannya waktu, Ibu Hawa melahirkan anak-anak keturunan Nabi Adam alaihis salam. Keunikan dari kelahiran anak-anak mereka adalah Ibu Hawa selalu melahirkan anak secara kembar sepasang (laki-laki dan perempuan).
Beberapa putra-putri mereka yang paling dikenal dalam sejarah antara lain :
1. Kabil dan Iklima (Kelahiran pertama)
2. Habil dan Labuda (Kelahiran kedua)
3. Syits (Nabi Syits alaihis salam) (Lahir sendiri setelah wafatnya Habil, sebagai penolong agama Allah subhanahu wa taala).
Kisah Kurban dan Peristiwa Pembunuhan Pertama
Untuk mengembangkan keturunan, Allah subhanahu wa taala mensyariatkan pernikahan secara silang (Kabil menikah dengan Labuda, dan Habil menikah dengan Iklima). Namun, Kabil menolak karena ia ingin menikahi saudara kembarnya sendiri, Iklima, yang memiliki paras lebih rupawan.
Untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, Nabi Adam alaihis salam memerintahkan kedua putranya untuk menyerahkan kurban kepada Allah subhanahu wa taala :
Habil yang berprofesi sebagai peternak mempersembahkan domba terbaiknya dengan ikhlas.
Kabil yang berprofesi sebagai petani mempersembahkan hasil panen yang buruk dan tidak ikhlas.
Allah subhanahu wa taala menerima kurban dari Habil (ditandai dengan turunnya api yang menyambar kurban tersebut) dan menolak kurban Kabil. Rasa iri dan dengki yang disulut oleh setan akhirnya membuat Kabil gelap mata hingga tega membunuh saudaranya, Habil. Ini adalah peristiwa pembunuhan dan kemaksiatan pertama yang terjadi di muka bumi.
5. Akhir Hayat Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa
Setelah peristiwa wafatnya Habil, Nabi Adam alaihis salam dikaruniai seorang putra lagi bernama Syits (artinya anugerah Allah subhanahu wa taala). Nabi Syits alaihis salam inilah yang kelak meneruskan tugas kenabian Nabi Adam alaihis salam untuk membimbing anak cucu di jalan Allah subhanahu wa taala.
Nabi Adam alaihis salam dianugerahi usia yang sangat panjang, yaitu sekitar 1.000 tahun. Sebelum wafat, beliau mengumpulkan anak cucunya dan berwasiat agar mereka tetap menyembah Allah subhanahu wa taala dan berhati-hati terhadap tipu daya Iblis. Ketika ajal menjemput, para malaikat turun untuk memandikan, mengafani, menyalatkan, dan memakamkan jasad Nabi Adam alaihis salam dengan tata cara yang khidmat.
Setahun setelah wafatnya Nabi Adam alaihis salam, Ibu Hawa pun mengembuskan napas terakhirnya dan dimakamkan berdampingan atau berdekatan dengan makam suaminya tercinta.
Kesimpulan dan Hikmah yang Dapat Kita Petik
Sahabat Oreng Madura yang saya hormati dan saya cintai, sejarah Nabi Adam alaihis salam dan Ibu Hawa memberikan kita banyak sekali pelajaran berharga:
- Bahaya Sifat Sombong : Sifat inilah yang membuat Iblis terlaknat selamanya.
- Pentingnya Bertaubat : Sebagai manusia kita tidak luput dari salah, namun segeralah kembali memohon ampun seperti yang dicontohkan Nabi Adam alaihis salam.
- Waspada Tipu Daya Setan : Setan akan terus berusaha memecah belah dan menjerumuskan anak cucu Adam alaihis salam hingga akhir zaman.
Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada sahabat Oreng Madura, sahabat Madura Indonesia yang saya hormati dan saya cintai, karena telah membaca kisah sejarah yang panjang ini sampai selesai.
Bagaimana pendapat sahabat semua mengenai kisah penuh hikmah ini ? Yuk, kita saling berbagi ilmu dan menyapa di kolom komentar di bawah! Jangan lupa bagikan artikel ini agar menjadi amal jariyah untuk kita semua. Sampai jumpa di postingan bermanfaat berikutnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar