Senin, 02 Januari 2017

Perbedaan Kiamat besar dan kiamat kecil

Ilustrasi Visual Digital
           

Sahabat Madura semua yang kami hormati dan cintai. Melanjutkan dari postingan yang lalu penjelasan tentang kiamat besar, sekarang kita akan membahas mengenai kondisi saat kebangkitan dan peringatan tentang musibah di dunia.

Ketika terjadi kiamat besar (قيامة الكبرى), kita tidak lagi seorang diri. Seluruh makhluk Allah akan dibangkitkan kembali dalam keadaan telanjang sebagaimana saat dilahirkan, tanpa membawa harta maupun pakaian. Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا

"Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum dikhitan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua makhluk akan digiring ke satu tempat, yaitu Padang Mahsyar, untuk menjalani persidangan atas segala perbuatan yang dilakukan sewaktu hidup di dunia. Pada saat itulah, orang yang bertaqwa akan mendapatkan naungan Allah dan diarahkan menuju surga-Nya, sementara mereka yang durhaka akan menghadapi hisab yang berat menuju neraka.

Sahabat Madura, selain memahami kiamat besar, kita juga perlu mengambil pelajaran dari berbagai musibah yang terjadi di dunia saat ini, seperti gempa bumi, gunung meletus, atau tsunami. Musibah-musibah ini merupakan pengingat bagi kita akan kekuasaan Allah dan kerapuhan dunia. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا

"Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti." (QS. Al-Isra': 59).

Tanda-tanda alam ini adalah pengingat agar manusia kembali mengingat Allah. Kita sebagai manusia diciptakan dari tanah, dan kepada tanah pula kita akan kembali. Namun, ingatlah bahwa Allah memberikan tugas mulia kepada manusia sebagai Khalifah (pengelola) di bumi.

Allah berfirman:

هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَركُمْ فِيْهَا

"Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya." (QS. Hud: 61).

Oleh karena itu, sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah, marilah kita senantiasa menjaga amanah ini. Menjaga bumi bukan berarti bumi adalah bagian dari tubuh kita, melainkan wujud tanggung jawab kita kepada Sang Pencipta. Mari kita saling hormat-menghormati dan kasih menyayangi sesama makhluk Allah, sebagai anak keturunan Nabi Adam Alaihissalam.

Semoga di tahun yang baru ini, kita sebagai makhluk Allah, dan merupakan salah satu makhluk yang paling dimuliakan oleh Allah daripada makhluk-makhluk Allah yang lain, yang telah membawa tugas untuk mengelola planet bumi, semoga kita semakin kompak dan bersatu padu dalam menjaga planet bumi ini dari kehancuran. Saling hormat-menghormati dan saling kasih menyayangi pada semua makhluk Allah termasuk kita semua manusia anak keturunan Nabi Adam Alaihissalam. امين يارب العالمين

HAPPY NEW YEAR 2017 Masehi

والله اعلم بالصواب


Tidak ada komentar:

Buka Iklan