Sabtu, 01 Agustus 2026

Sejarah Berdirinya PKI, Dinamika Hubungan dengan Bung Karno & Soeharto, serta Akar Tragedi Konflik Kelam dengan NU

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَيَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الدَّاعِي إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ، وَالمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِي الفَضْلِ وَالتَّقْوَى، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (agama) ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjuki kami. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, Dia berbuat apa yang Dia kehendaki dan menetapkan hukum apa yang Dia inginkan. Dan aku bersaksi bahwa junjungan dan Nabi kami Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang menyeru kepada jalan yang lurus dan diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya yang memiliki keutamaan dan ketakwaan, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari pembalasan. Adapun setelah itu,

Ilustrasi Visual Digital


Selamat menikmati suasana malam yang tenang dan penuh berkah bagi seluruh keluarga besar pembaca Blog Madura Indonesia (orengmadureh.com). Di bawah keheningan malam yang syahdu ini, doa terbaik kami panjatkan semoga Allah Subhanahu wata'ala selalu melimpahkan kedamaian, kesehatan, serta perlindungan-Nya di setiap langkah hidup kita.

Dalam melanjutkan penelusuran sejarah kebangsaan di Blog Madura Indonesia (orengmadureh.com), kita sering kali dipertemukan dengan salah satu organisasi politik paling kontroversial dalam lembaran sejarah Indonesia, yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). Banyak pertanyaan mendasar yang timbul di tengah masyarakat: Bagaimana sesungguhnya asal-usul terbentuknya PKI? Siapa tokoh utama pendirinya? Bagaimana relasinya dengan Soekarno dan Soeharto? Bagaimana Soeharto memanfaatkan isu PKI untuk melengserkan Bung Karno? Serta apa yang memicu konflik fisik nan berdarah antara PKI dan Nahdlatul Ulama (NU)?

Melalui artikel ilmiah, objektif, dan mendalam ini, mari kita mengurai seluruh jalinan sejarah tersebut dari akar paling awal hingga meletusnya krisis nasional.

Petunjuk Al-Qur'an dan Hadis Nabawi tentang Memelihara Persatuan dan Bahaya Perpecahan

Sejarah konflik antargolongan memberikan peringatan agar kita senantiasa menjaga keimanan, keadilan, dan ukhuwah:

1. Perintah Memelihara Persaudaraan dan Menjauhi Fitnah (QS. Al-Hujurat: 10)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُم وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya:

"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bergandengan tangan (bersaudara), sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 10)

2. Peringatan Terhadap Kerusakan Akibat Faham yang Menolak Agama (QS. Al-Baqarah: 205)

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سعىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

Artinya:

"Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk berbuat kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan tanaman ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan. (QS. Al-Baqarah: 205)

3. Hadis Nabi tentang Menjaga Darah dan Kehormatan Sesama Muslim (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Artinya:

"Setiap muslim atas muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR. Muslim)

1. Awal Terbentuknya PKI dan Tokoh Pendirinya

Cikal bakal PKI sebenarnya tidak lahir secara murni dari tokoh pribumi, melainkan berakar dari organisasi sosialis yang didirikan oleh seorang aktivis buruh asal Belanda bernama Henk Sneevliet pada tahun 1914 di Semarang. Organisasi tersebut bernama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV).

Sneevliet menyusupkan ajaran marxisme-komunisme ke dalam organisasi pergerakan nasional yang sedang membesar saat itu, yaitu Sarekat Islam (SI). Lewat strategi infiltrasinya (dikenal sebagai blok di dalam), Sneevliet berhasil merekrut tokoh-tokoh muda SI Cabang Semarang seperti Semaun dan Darsono.

Perkembangan Organisasi:

- Pada Mei 1920, ISDV mengubah namanya menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) dengan Semaun sebagai ketua pertamanya.

- Pada tahun 1924, nama tersebut secara resmi diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Ini menjadikan PKI sebagai partai komunis pertama di Asia di luar Uni Soviet.

- Tokoh-tokoh kunci pada masa awal ini antara lain: Henk Sneevliet, Semaun, Darsono, Tan Malaka, dan Alimin.

2. Hubungan PKI dengan Bung Karno dan Soeharto

A. Hubungan PKI dengan Bung Karno (Ir. Soekarno)

Hubungan Bung Karno dengan PKI bersifat kompleks dan penuh dengan dinamika politik kalkulatif:

- Konsep Nasakom: Bung Karno meyakini bahwa persatuan Indonesia hanya bisa terwujud jika tiga kekuatan politik besar dipadukan: Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (Nasakom).

- Rintisan Perlindungan Politik: Pada era Demokrasi Terpimpin (1959–1965), Bung Karno merangkul pimpinan PKI era baru seperti D.N. Aidit, M.H. Lukman, dan Njoto. Bung Karno memanfaatkan PKI sebagai penyeimbang kekuatan (counter-weight) terhadap dominasi pimpinan TNI Angkatan Darat yang cenderung anti-komunis.

- Dampak Kemitraan: Kerangkulan Bung Karno membuat PKI berkembang pesat menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan Uni Soviet, hingga akhirnya PKI bertindak semakin agresif.

B. Strategi Soeharto: Memanfaatkan Isu PKI untuk Menggeser Bung Karno

Di sisi lain, Mayor Jenderal Soeharto (Pangkostrad) secara cermat memanfaatkan kemarahan publik terhadap PKI pasca-peristiwa G30S 1965 untuk melengserkan Presiden Soekarno secara bertahap:

- Asosiasi Bung Karno dengan PKI: Soeharto dan kelompok militer mempropagandakan bahwa perlindungan Bung Karno terhadap PKI (melalui konsep Nasakom) telah membahayakan keselamatan negara. Hal ini membuat kedudukan politik Soekarno terpojok.

- Penolakan Pidato Nawaksara: Ketika Bung Karno menolak membubarkan PKI dan menolak menyalahkan PKI secara tunggal atas G30S dalam pidato pertanggungjawabannya (Nawaksara), Soeharto menggunakannya sebagai alasan bahwa Bung Karno tidak lagi sejalan dengan tuntutan rakyat (Tritura).

- Pemanfaatan Supersemar: Dengan memegang Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Soeharto tidak hanya membubarkan PKI, tetapi juga menangkap menteri-menteri yang setia kepada Bung Karno. Langkah ini secara efektif mengisolasi Bung Karno hingga akhirnya MPRS mencabut kekuasaan kepresidenannya pada tahun 1967.

3. Akar Konflik Berdarah Antara PKI dan Nahdlatul Ulama (NU)

Gesekan antara PKI dan NU bukan terjadi secara mendadak pada tahun 1965, melainkan merupakan akumulasi dari benturan ideologi, trauma sejarah, dan sengketa agrarian di tingkat tapak:

A. Trauma Peristiwa Madiun 1948

Pada September 1948, PKI di bawah pimpinan Musso melakukan pemberontakan di Madiun, Jawa Timur. Dalam aksi tersebut, elemen PKI membantai ratusan kiai, santri, serta tokoh-tokoh NU dan Masyumi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Peristiwa ini meninggalkan luka dan trauma mendalam di kalangan warga Nahdhiyyin.

B. Benturan Ideologi (Ateisme vs Ketuhanan)

Ajarannya yang berlandaskan paham materialisme-dialektis/ateisme berbenturan secara mendasar dengan aqidah Islam yang diusung oleh para ulama NU. Propaganda PKI yang sering mendiskreditkan agama dan kaum sarungan memicu kemarahan para santri.

C. Aksi Sepihak Landreform (1960–1965)

Memasuki dekade 1960-an, Organisasi Sayap Tani PKI, yaitu BTI (Barisan Tani Indonesia), melakukan aksi-aksi sepihak (landreform) merebut tanah-tanah milik pesantren, kiai, dan tuan tanah yang terafiliasi dengan NU. BTI sering mengintimidasi ulama dan merebut panggung ekonomi perdesaan secara paksa.

D. Puncak Bentrokan Fisik dan Penumpasan Pasca-1965

Ketika peristiwa G30S pecah pada 1965, ketegangan yang terpendam belasan tahun meledak menjadi perang terbuka di pedesaan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) bersama elemen militer bahu-membahu menumpas BTI dan struktur PKI di daerah-daerah untuk mencegah berulangnya tragedi pembantaian kiai seperti tahun 1948.

4. Kesimpulan dan Hikmah Sejarah

Sejarah keberadaan PKI dan konflik panjangnya dengan berbagai elemen bangsa khususnya umat Islam NU dan militer memberikan pelajaran berharga mengenai bahaya paham radikal yang menghalalkan segala cara demi kekuasaan, serta bagaimana gejolak politik dapat mengubah panggung kepemimpinan nasional.

"Ideologi yang menolak nilai-nilai Ketuhanan dan mengabaikan persaudaraan kebangsaan akan selalu menyisakan luka dalam sejarah. Tugas generasi hari ini adalah menjaga keutuhan NKRI di atas pilar Pancasila dan persatuan nilai keagamaan.

Semoga sajian sejarah yang runtut, mendalam, dan jujur dari Blog Madura Indonesia (orengmadureh.com) ini dapat memperkaya khazanah kebangsaan seluruh pembaca setia.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Buka Iklan