Jumat, 26 Mei 2023

Ajaib Kambing Kurus Bisa Mengeluarkan Susu Yang Sangat Banyak

Ilustrasi Visual Digital
  
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sahabat Madura, berjumpa kembali kita di situs ini. Pada postingan kali ini, kita akan mengulas sebuah kisah mukjizat dan keajaiban luar biasa yang terjadi di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Di mana pada saat itu, seekor kambing yang sangat kurus dan kering kerontang secara ajaib mampu mengeluarkan air susu yang sangat melimpah. Untuk mengetahui kisah selengkapnya secara jelas, mari kita simak bersama catatan sejarah perjalanan Sang Nabi ketika melakukan hijrah dari Kota Mekkah menuju Madinah berikut ini.

Secara umum, hukum alam hewani menunjukkan bahwa hanya kambing yang berbadan gemuk dan sehat saja yang mampu menghasilkan air susu, bahkan dalam jumlah yang banyak. Sebaliknya, kambing yang bertubuh kurus kering tentu akan sangat sulit, bahkan mustahil untuk mengeluarkan air susu dengan lancar. Namun, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memperlihatkan sebuah mukjizat yang melampaui hukum hewani tersebut. Seekor kambing peliharaan yang kondisinya sangat kurus serta sudah lama sakit-sakitan, tiba-tiba saja memancarkan air susu yang sangat berlimpah ruah setelah diusap oleh tangan mulia beliau. Beginilah kisah lengkapnya.

Kisah ini bermula ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tengah menempuh perjalanan hijrah yang penuh tantangan. Beliau bersama sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, bertolak dari Kota Mekkah menuju Kota Madinah. Di tengah perjalanan yang terik dan melelahkan, beliau memutuskan untuk singgah sejenak di sebuah desa kecil yang bernama Qadid guna melepas lelah setelah menempuh jarak yang sangat jauh. Tempat yang mereka tuju untuk beristirahat adalah sebuah tenda sederhana milik salah seorang penduduk setempat yang bernama Ummu Ma'bad. 

Mengingat jarak antara Mekkah dan Madinah yang masih sangat jauh, setiap musafir tentu membutuhkan perbekalan yang sangat banyak. Sementara itu, bekal yang dibawa oleh rombongan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah sangat menipis, bahkan telah habis sama sekali ketika mereka tiba di Desa Qadid. Oleh karena itu, beliau mengarahkan langkah menuju sebuah kemah milik keluarga prasejahtera yang dihuni oleh seorang wanita bernama Ummu Ma'bad.

Wanita paruh baya ini memang terbiasa menyambut dan melayani para kafilah dagang atau musafir yang kehabisan bekal di tengah jalan. Di sanalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Abu Bakar singgah dengan maksud untuk membeli beberapa bahan makanan demi menyambung perjalanan mereka. Namun sayang, hari itu seluruh persediaan makanan yang biasanya disediakan oleh Ummu Ma'bad telah habis tanpa sisa. Di sekitar kemah tersebut, hanya tersisa seekor kambing betina yang sangat kurus, sakit-sakitan, dan kelenjar susunya telah lama kering.

Melihat kondisi tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meminta izin kepada Ummu Ma'bad untuk mencoba memerah air susu dari kambing kurus tersebut. Pada saat itu, Ummu Ma'bad sama sekali belum menyadari bahwa tamu agung yang mengunjungi kemahnya adalah Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dengan penuh rasa penasaran, ia memperhatikan setiap gerak-gerik beliau. 

Ia menyaksikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengusap-usap puting susu kambing yang kering itu dengan lembut sembari menengadahkan tangan dan berdoa khusyuk ke arah langit. Tak berselang lama, sebuah keajaiban yang benar-benar menakjubkan terjadi di depan mata. Kambing yang tadinya kurus dan sakit-sakitan itu tiba-tiba memancarkan air susu yang sangat deras dan berlimpah. Ummu Ma'bad pun dipersilakan meminum air susu segar tersebut hingga puas. Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Abu Bakar turut meminum air susu dari bejana yang langsung terisi penuh dalam sekejap tersebut.

Sebelum melanjutkan perjalanan, bejana yang masih penuh dengan sisa susu segar itu ditinggalkan di kemah Ummu Ma'bad sebagai tanda bukti nyata atas mukjizat tersebut. Ketika waktu menjelang sore, suami Ummu Ma'bad pulang dari perjalanannya dan seketika terperanjat menyaksikan perubahan suasana di kemahnya. Ia sangat penasaran dan terheran-heran melihat sebuah bejana besar terisi penuh oleh air susu segar yang berkualitas. Padahal ia tahu persis, sebelum ia berangkat, kambing kurus mereka tidak mampu mengeluarkan setetes air susu pun.

Karena rasa penasaran yang tidak terbendung, sang suami langsung bertanya kepada istrinya, "Dari mana engkau mendapatkan air susu sebanyak ini, wahai istriku? Bukankah saat aku pergi tadi, bejana ini dalam keadaan kosong melongpong?"

Ummu Ma'bad pun menjawab dengan penuh binar kebahagiaan, "Tadi ada seorang lelaki yang sangat berbudi luhur dan penuh berkah singgah ke kemah kita ini." Wanita itu kemudian menceritakan secara detail mengenai ciri-ciri fisik yang menawan, perangai yang agung, serta mukjizat yang dilakukan oleh sang tamu misterius tersebut terhadap kambing kering mereka.

Mendengar penuturan jujur dari istrinya, sang suami langsung tersenyum gembira dan berkata dengan penuh takzim, "Demi Allah, wahai Ummu Ma'bad! Beliau tidak lain adalah sang nabi dari kalangan bangsawan Quraisy yang sangat terhormat dan dimuliakan karena keluhuran budi pekertinya. Dialah sang pemilik gelar Al-Amin, Utusan Allah!"

Seketika itu juga, muncul rasa sesal yang mendalam di dalam hati Ummu Ma'bad karena ia tidak menyadari sejak awal bahwa tamu yang dilayaninya adalah seorang Nabi pilihan. Ia pun langsung bersumpah, "Jika suatu hari nanti Allah mempertemukanku kembali dengan beliau, aku pasti akan langsung menyatakan iman, mengikuti seluruh ajarannya, dan akan selalu berada di dekat beliau." 

Sementara itu, perjalanan hijrah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Abu Bakar terus berlanjut hingga akhirnya mereka tiba di Kota Madinah dengan selamat tanpa gangguan apa pun, tepat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal. Seluruh masyarakat Madinah menyambut kedatangan beliau berdua dengan penuh rasa hormat, sukacita, dan cinta yang mendalam.

Demikianlah Sahabat Madura, ulasan kisah mengenai salah satu bukti tanda kenabian Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat memerah susu kambing kurus hingga mengalirkan air susu yang sangat banyak dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga kisah penuh berkah ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi kita semua, kaum muslimin dan muslimat di seluruh penjuru dunia, serta semakin menambah kecintaan dan pengetahuan kita kepada junungan alam Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Amin Ya Rabbal Alamin.

والله أعلمُ بالـصـواب


Baca Juga Di :

Kisah Menyentuh Hati : Awal Mula Hidayah dan Taubat Syeikh Hasan Basri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buka Iklan