Kamis, 09 Juli 2026

Imam Syafii : Sang Nashirussunnah dan Perjalanan Agung Sang Pembela Syariat

 السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di Orengmadureh.com. Hari ini kita menyelami samudra kehidupan sosok "Nashirussunnah" (Pembela Sunnah), yaitu Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafii radhiyallahu anhu.

NASAB MULIA DAN MASA KECIL

Imam Syafii lahir di Gaza tahun 150 H. Beliau berasal dari Bani Muththalib, kakek buyut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau tumbuh dalam yatim dan kemiskinan, namun ibundanya mendidik beliau dengan kasih sayang dan semangat menuntut ilmu yang sangat tinggi. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

Ilustrasi Visual Digital

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).

KECERDASAN LUAR BIASA DAN HAFALAN

Sejak usia 7 tahun, beliau telah hafal Al-Qur'an. Saat usia 10 tahun, beliau sudah menghafal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik. Beliau memiliki daya ingat yang fotografis. Beliau bercerita bahwa beliau harus menutup lembaran buku di samping agar tidak ikut terhafal saat beliau sedang membaca halaman lain. Ini adalah karunia Allah yang luar biasa bagi sang pembela syariat.

PERJUANGAN DAN KESABARAN DALAM ILMU

Kisah beliau berjalan kaki dari Gaza menuju Madinah untuk berguru pada Imam Malik adalah teladan kesabaran. Beliau pernah berkata:

"Seseorang tidak akan mencapai puncak ilmu kecuali dengan menanggung pahitnya kefakiran dan keterasingan."

Beliau juga pernah diuji dengan tuduhan politik saat di Yaman, namun beliau tetap tegar. Beliau menekankan pentingnya ilmu melalui hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah).

CINTA DAN KEDUDUKAN SUNNAH

Imam Syafii adalah sosok yang sangat mencintai Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Beliau sangat berhati-hati dalam menjaga sunnah. Beliau pernah bermimpi bertemu Rasulullah, dan sejak saat itu, kecintaan beliau semakin membara. Beliau adalah orang yang pertama kali merumuskan bahwa hadis adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an secara sistematis dalam kitab *Ar-Risalah*. Beliau berprinsip:

إِذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَهُوَ مَذْهَبِي

"Jika sebuah hadis itu sahih, maka itulah mazhabku.

KEMULIAAN ADAB DAN KERENDAHAN HATI

Beliau adalah cermin adab yang agung. Beliau berkata: "Aku tidak pernah berdebat dengan seseorang kecuali aku berdoa agar kebenaran muncul di lisannya." Beliau tidak pernah memposisikan diri lebih tinggi dari orang lain saat menuntut ilmu. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan'." (QS. Thaha: 114).

SYAIR-SYAIR MOTIVASI UNTUK UMAT

Beliau meninggalkan warisan syair yang menjadi ruh bagi para penuntut ilmu:

"Ilmu adalah buruan, dan tulisan adalah pengikatnya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat."

Beliau juga mengingatkan pentingnya bersahabat dengan orang saleh agar tidak kehilangan ilmu.

PENGARUH DAN WARISAN HINGGA KIAMAT

Imam Syafii wafat di Mesir pada tahun 204 H. Namun, ilmu beliau terus hidup. Mazhab Syafii menjadi mazhab mayoritas di Indonesia, membawa kedamaian dan kejelasan hukum Islam bagi jutaan jiwa. Kehidupan beliau adalah bukti bahwa ilmu yang diamalkan dengan ikhlas akan kekal abadi. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

PENUTUP

Semoga dengan mengenal Imam Syafii, kita semakin giat menuntut ilmu dan memperbaiki adab kita. Beliau adalah mercusuar bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Postingan Berikutnya : Kearifan Adat Madura : Melangkah dengan Adab, Berpijak pada Syariat

Tidak ada komentar:

Buka Iklan